Jumat, 26 Juni 2015

Tips : Menghadapi Liburan Agar Tidak Membosankan

By Ist Hidayatullah   Posted at  06.31   Ceplas-Ceplos No comments
Liburan UAS & Lebaran

Assalamualaikum, Wr. Wb.

Liburan kali ini berbeda dengan liburan biasanya karena waktunya yang panjang. Yap, satu bulan kita akan liburan di rumah masing-masing. Nah, penyakit liburan “bosan” kerap menghampiri. Berikut kami paparkan tips-tips menghadapi liburan agar tidak membosankan.

Tidur, Nikmat?

1. Jangan Sering Tidur

Kebanyakan para santri sering melakukan aktivitas tidur atau mbangkong setiap kali ada liburan. Memang sih bisa dikatakan aktivitas tidur membuat badan kita akan lebih fresh dan membuat badan kita menjadi jreng lagi. Namun dibalik itu semua, kebanyakan para santri di saat liburan menikmati tidurnya lebih dari 6-8 jam, itu sangat merugikan karena melewatkan liburan melalui mimpi di otak bawah sadar kita. Sebaiknya jangan terlalu melakukan aktivitas tidur di saat liburan panjang karena akan membuat kita bosan, sebaiknya lakukanlah hal-hal yang lebih bermanfaat.

Nonton TV?

2. Jangan Terlalu Banyak Menonton TV

Televisi sebagai media hiburan kita sehari-hari, televisi yang menjadi media kita untuk mendapatkan informasi, kreasi dan inovasi ini memang jika kita terus menerus melihat televisi di saat liburan panjang, lama-lama kita akan merasa bosan dengan acara-acara yang ada di televisi. Sebaiknya anda menonton televisi di pagi hari dan malam hari karena di waktu itulah televisi sering menayangkan progam-progam yang bermanfaat dan menarik untuk dilihat.

Silaturahmi ke rumah sanak saudara & kerabat

3. Silahturahmi ke Rumah Sanak Saudara atapun Teman Sejawat

Kebanyakan dari kita melakukan aktivitas di saat liburan berada di rumah, lama-kelaman pastinya anda akan merasa bosan karena liburan hanya berada di rumah terus. Untuk itu, lebih baik 2 hari sekali atau selang seling harinya kita pergi ke rumah saudara-saudara kita ataupun ke rumah teman sekolah kita untuk melakuakan silahturahmi ataupun bermain bersama. Dengan begitu, komunikasi akan sering terjadi sehingga kita tidak merasa bosan saat liburan panjang karena di rumah biasanya kita hanya berdiam diri saja di kamar.

Mengunjungi tempat penting seperti ka'bah
Mengunjungi tempat penting seperti ka'bah

4. Kunjungilah Tempat-Tempat Penting

Tempat-tempat penting yang kami maksudkan disini adalah dengan kita mengunjungi tempat-tempat yang bermanfaat seperti: Perpustakaan Umum, Museum, tempat-tempat bersejarah, Car Free Day, dan lain sebagainya yang bisa membuat kita bisa tidak merasa bosan karena hanya berada di rumah saja. Dengan mengunjungi tempat-tempat tersebut kita bisa menghilangkan kebosan dan menambah wawasan intektual kita.


Jalan-jalan
Jalan-jalan

5. Rencanakan Berkunjung ke Tempat Wisata

Kebanyakan di setiap liburan panjang tiba akan merencanakan untuk mengunjungi beberapa tempat wisata yang berada di daerahnya atau bahkan di luar daerah. Kebanyakan berkunjung ke tempat wisata dengan berkelompok sehingga perjalanan ke tempat wisata akan terasa sebagai tour yang menyenangkan. Di perjalanan akan merasakan udara yang berbeda dengan udara yang biasa dihirupnya, pemandangan-pemandangan yang indah di saat perjalanan membuat otak kita tidak bosan dan menjadi menyenangkan. Apalagi dengan kebersamaan bersama teman-teman menjadikan liburan dengan bertamsya akan menjadikan pengalaman yang tak terlupakan.

Olahraga agar dapat menjadikan tubuh segar
Olahraga agar dapat menjadikan tubuh segar

6. Olahraga

Lakukan aktivitas olahraga, karena dengan berolahraga badan kita akan menjadi sehat dan membuat otak kita akan menjadi fresh. Lakukanlah aktivitas seperti gowes, maen futsal, ataupun hanya sekedar jogging di sekitar rumah untuk menjaga kondisi fisik kita.

Reuni SD contohnya
Reuni SD contohnya

7. Reuni

Reuni memang kegiatan yang di tunggu-tunggu oleh sebagian santri, bahkan waktu liburan sering digunakan para santri untuk melaksanakan reuni dengan kawan-kawan lama di sekolah lamanya. Bukan hanya sekedar temu kangen saja, mereka biasanya melakukan kegiatan seperti baksos, maupun kegiatan-kegiatan lain yang bermanfaat.

Freelance
Freelance

8. Bagi yang Membutuhkan Uang, Carilah Kerjaan Freeland

Ada juga sebagian dari santri berpikir untuk mencari uang dengan bekerja freeland ataupun paruh waktu. Kegiatan ini selain menambah pengalaman, menghilangkan kebosanan juga menghasilkan uang. Dengan bekerja di saat liburan, kita akan bisa membeli barang-barang yang kita inginkan ataupun juga membantu orang tua dalam membiayai sekolah ataupun kuliah.

Nah, itulah beberapa tips-tips yang bisa kita coba di rumah untuk mengusir rasa bosan yang menghampiri. Syukron

Wassalamualaikum Wr. Wb.




Kamis, 11 Juni 2015

Download Logo JEF-L 2015

By Ist Hidayatullah   Posted at  04.48   JEF League No comments

Jihad Evolution Futsal - League 2015

Assalamualaikum Wr. Wb.
Logo Tim JEF-L 2015 sama dengan tahun lalu, hanya saja Explodhia ditambah bintang.
Download klik gambarnya...
Explodhia
Explodhia
Download Logo Tim JEF-L 2014, Disini

Minggu, 17 Mei 2015

Download Font Barkentina 1

By Ist Hidayatullah   Posted at  07.03   Download No comments

Download font Barkentina 1.

Download Font Barkentina 1


Barkentina1 Detail

Download Font Barkentina 1 DISINI!


Sejarah Syiah Dua Belas Imam di Iran dan Perkembangan di Indonesia

By Ist Hidayatullah   Posted at  03.34   al Majallatu al Jiddar No comments


Sejarah Syiah Dua Belas Imam di Iran dan Perkembangan di Indonesia
SATUISLAM
Tokoh Syiah Dr Muhsin Labib dan Nuril (Pagar Nusa) dalam sebuah diskusi



Oleh: Ady C. Effendy, MA
Hidayatullah.com - AKHIR-akhir ini, umat Islam di tanah air disibukkan dengan fenomena semarak kegiatan-kegiatan Syiah Imamiyah di tanah air.
Baru-baru ini kelompok Syiah Imamiyah ini mengadakan kegiatan peringatan syahidnya Imam Husain bin Ali di Karbala   yang berlokasi di ICC Pejaten Jakarta Selatan. Islamic cultural center (atau ICC) sendiri merupakan lembaga kebudayaan Iran yang didirkan sejak tahun 2003 untuk menyebarkan budaya dan aliran Syiah Imamiyah di Indonesia.
Pengalaman penulis sendiri ketika berkunjung ke lokasi ini sekitar tahun 2006, lembaga ini memiliki lingkungan yang cukup luas serta asri, nyaman, dan tenang sehingga sangat potensial sebagai pusat penyebaran agama Syiah Imamiyah.
Dalam tulisan ini, penulis tidak berusaha mengulang kembali poin-poin tentang Syiah Imamiyah yang sudah seringkali dijelaskan oleh para muballigh dan ustadz di berbagai kesempatan baik lisan maupun tulisan.
Tulisan ini justru hendak menyoroti upaya sebagian kecil pihak yang selalu bersandar pada slogan toleransi untuk menyambut suka cita penyebaran aliran ini.
Dalam tulisan ini, penulis merujuk pada sejarah Syiah Imamiyah sendiri di Iran dan perkembangan kontemporer ideologi Imamiyah di beberapa negeri mayoritas Muslim di Timur Tengah.
Sejarah negeri Persia (sekarang Iran) setelah penaklukan Islam dan sebelum kedatangan Syiah Imam Dua Belas sangatlah mengesankan. Tercatat banyak ulama-ulama besar umat Islam – rahmatullah ‘alaihim – yang terlahir dari rahim negeri Persia ini, diantaranya adalah Imam al-Bukhari (w870M), Imam Abu Dawood (w889m), Imam Al-Juwayni (w1085m), Imam Al-Bayhaqi (w1066M), Imam Al-Ghazali (w1111M), Imam Abu Abdullah al-Hakim Nishapuri (w1012M), Imam alSarakhsi (w1096M), Imam al Taftazani (w1390M), dan lainnya.Mereka adalah ulama mu’tabar yang menjadi rujukan dalam ilmu-ilmu keislaman dan telah menghasilkan kitab-kitab yang abadi hingga yaumil qiyamah.
Sebelum kedatangan Dinasti Safawi, mayoritas umat Islam Persia menganut Madzhab Syafi’i dan sebagian Hanafi, namun setelah kedatangan Pasukan Safawi dibawah pimpinan Syah(Raja) Ismail ke-I yang menyerbu dan berhasil menaklukkan Tibriz, Azerbaijan, dan Armenia dari tahun 1500-1502M.
Pasukan Safawi kemudian secara perlahan menyebar ke seluruh tanah Persia dan menaklukkan Khurasan dan Herat pada tahun 1510. Keturunan Safawi merupakan orang-orang Syiah berdarah Persia.
Dari dua latar belakang ini, Syah Ismail ke-I jauh lebih dipengaruhi oleh kesyiahannya dan kebenciannya kepada Ahlus Sunnah yang berhasil menghancurkan Dinasti Fatimiyah di Mesir pada tahun 1171M.
Oleh karena itulah, ketika Syah ini berhasil menaklukkan tanah Persia, hal pertama yang dilakukannya adalah mencabut akar Sunni dari penduduk dan memaksakan seluruh penduduk bumi Persia untuk menganut Syiah Imamiyah atau mati.
Selain sebagai upaya menggusur pengaruh musuh abadi mereka Dinasti Usmaniyah Sunni dan mencegah timbulnya pemberontakan dari dalam negeri Persia, pemaksaan Syiah ini juga berfungsi sebagai pembentuk identitas unik bagi Dinasti Safawi dan agar dapat membangun loyalitas penuh dari penduduk tanah Persia.
Kasus Sampang dan Yaman
Cara-cara radikal Syiah Imamiyah dalam menyebarkan ideologi menyimpangnya ini sudah bukan barang baru lagi. Tidaklah mengherankan bahwa kasus-kasus yang melibatkan Syiah Imamiyah belakangan ini cukup unik karena menunjukkan kelompok yang notabene minoritas berupaya memaksakan pandangannya kepada mayoritas Sunni.
Kasus minoritas Hutsi di Yaman, minoritas syiah di Sampang, Madura dan minoritas Syiah yang menyerang Majelis Adz-Zikra Pimpinan Ustad Arifin Ilham merupakan beberapa contoh. Syiah yang minoritas namun berani melakukan cara kekerasan.
Melihat radikalisme Syiah ini, alangkah mengherankan terdapat sebagian kalangan yang mewacanakan toleransi terhadap kelompok Syiah ini.
Kelompok Liberalis Indonesia, misalnya, tidak segan-segan membuka keran kerjasama kebudayaan dengan Iran seakan-akan amnesia dengan radikalisme dan militanisme negara pusat Syiah ini di beberapa negara di Timur tengah.
Langkah liberalis Indonesia yang bekerja sama dengan negeri mullah yang ademokratis ini jelas bertolak belakang dengan misi liberalisme yang diusung AS dan Uni Eropa yang justru mengembargo salah satu negeri ‘poros setan’ ini.
Tidaklah berlebihan apabila banyak yang mempertanyakan konsistensi kelompok liberal Indonesia yang di satu sisi mengkritisi, mencemooh dan memfitnah habis-habisan kelompok Islam Sunni sebagai fundamentalis dan radikal. Namun di lain sisi, bekerjasama dengan Iran dan kelompok syiah di tanah air yang justru dikenal sangat radikal dalam penyebaran ideologinya.
Salah seorang tokoh umat Islam juga sempat mempertanyakan kecenderungan bekerja sama dengan negeri Syiah Imamiyah sementara menurutnya radikalisme Syiah bahkan melebihi kelompok takfiri.
Hal ini karena Syiah tidak hanya mengkafirkan sesama muslim namun lebih dari itu mengkafirkan juga para Sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam seperti Abu Bakar, Umar, Aisha, Hafsah, ra.
Upaya liberalis di tanah air ini yang biasanya selalu menolak mentah-mentah konservatisme umat Islam di tanah air namun berpeluk erat dengan radikalisme ideologi Syiah memang patut menjadi pertanyaan besar bagi umat.
Potensi konflik pun tidaklah kecil dari berkembangnya ideologi Syiah yang radikal ini, terutama bila bercermin pada krisis Timur Tengah saat ini, seperti Suriah, Iraq, Bahrain dan terakhir Yaman.
Di Indonesia sendiri kekerasan Syiah sudah tampak dalam kasus Sampang, Madura dan penyerangan terhadap Majelis Azzikra.
Yang tidak kalah disayangkan pula adalah sikap banyak umat Islam yang karena keawaman dan ketidaktahuan tentang Syiah Imamiyah ini maka mempersamakannya dengan Syiah Zaidiyah yang lebih dekat dengan Sunni.
Kelompok yang awam ini menyerukan toleransi terhadap kelompok Syiah Imam Dua Belas dari Iran ini, padahal kelompok terakhir ini dikenal radikal dan anti-sahabat Nabi terkemuka yang dihormati dalam ajaran Islam Sunni.
Kemiripan kaksus Persia di masa lalu dan Indonesia saat ini  harus menjadi ibrah (pelajaran) berharga bagi umat. Sebab keterlambatan mengantisipasi sebaran Syiah Imamiyah sangat merugikan bagi Muslim Sunni Persia masa lalu dimana mereka pada akhirnya justru dipaksa berpindah agama menjadi Syiah atau mati ditangan pasukan Safawiyah.
Pola ini tampaknya tidak akan berubah jika kita melihat aksi Syiah al Hautsi (Syiah al Houthi) di Yaman.
Oleh karenanya, umat Islam Sunni hendaklah selalu berhati-hati menyingkapi fenomena Syiah Imam Dua Belas ini agar kegemilangan tanah air dalam melahirkan ulama-ulama Nusantara tidaklah sampai berganti dengan kelahiran mullah-mullah yang anti-Sahabat Nabi.
Konservatisme politik umat juga bukanlah sesuatu yang memalukan sehingga harus ditanggalkan, mengingat realita bahwa negeri paling liberal pun memiliki jumlah kaum konservatis yang tidak kecil.
Pertanyaan besar justru berpulang kepada kaum liberal yang seakan ‘menjilat ludah’ sendiri dengan bergandengan dengan kelompok radikal Syiah. Wallahu a’lam.*/Doha, 16 Mei, 2015
Penulis alumni Magister Pemikiran Islam Universitas Hamad bin Khalifa, sedang melanjutkan program S3 di Qatar

Video Haji Orang-Orang Sunni dengan Haji Orang-Orang Syi'ah

By Ist Hidayatullah   Posted at  03.31   Video No comments

Connect with Us

Shortener

Pengunjung

Artikel Acak

    © 2014 IST Hidayatullah. WP Mythemeshop converted by Bloggertheme9.
    Powered by Blogger.
    back to top